Kata ust. Aef Saipulah mhs al Azhar Mesir terkait dengan video tersebut: (maaf saya telah berkhusnudhon... sakira tayangan video tsb adalah pemilik blog ini)
Saya sudah lihat tayangannya. Menurut pengamatan saya, semoga salah, penuturan mbak tersebut tidak benar, dan nampak dibuat-buat. Jawabannya yang tidak mendalam, hanya hal-hal biasa, dan kadang tidak jelas, tidak runtut, lebih memperkuat dugaan bahwa dia tidak benar, dibuat-buat.
Kedua, sepengetahuan saya, para ulama sufi mengatakan bahwa mereka yang hidup kembali setelah meninggal dunia, kalau ada, tidak akan menceritakan sakitnya ketika sakaratul maut. Karena, hanya orang-orang yang betul-betull meninggal dan tidak kembali lagi, yang merasakan hal itu. Kalaupun dia memang hidup lagi, tidak akan mengatakan saya sakit ketika dicabut nyawa. Untuk itu, saya melihat mbak tadi hanya dikarang-karang saja.
Ketiga, saya menilai mbak tersebut sedang kurang sehat mentalnya, saya melihat dari gaya bicaranya dan sorot matanya, nampaknya mbak itu pernah mengalami gejala stress. Sorot mata menunjukkan jati diri seseorang, karena mata adalah anggota badan pertama dan utama yang langsung berkaitan dengan hati. Keadaan hati seseorang dapat dilihat dari sorot mata dan raut mukanya. Tapi semoga praduga saya ini salah.
Keempat, sepengetahuan saya, tidak benar bahwa sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf pernah meninggal lalu hidup lagi. Dalam buku-buku sirah beliau, tidak ada dikisahkan hal demikian. Bahkan, seorang ulama yang mengumpulkan kisah2 orang yang pernah hidup kembali pun, yaitu Ibnu Abid Dunya, tidak menceritakan hal itu.
Kelima, Memang kejadian orang yang sudah meninggal dunia hidup kembali, adalah seseuatu yang mungkin terjadi, semua adalah mungkin bagi Allah. Bahkan ibnu Abi Dunya pernah menulis khusus kisah-kisah orang mati hidup kembali dalam bukunya berjudul "Man 'Asya Ba'dal Maut" (orang-orang yang hidup kembali setelah meninggal), Maktabah as-Sunnah, Kairo, 1993. Tidak kurang dari 40 kisah yang dituturkannya di dlam buku itu, dan sanadnya Hasan, ada juga yang dhaif dan bahkan ada juga yang shahih.
Untuk lebih memperkuat keyakinan adanya kehidupan setelah mati, tentu tidak mesti membuat-buat cerita tidak benar, karena ini malah membauat tidak bagus untuk pendidikan dan akidah masyarakat muslim.
Seputar mengaku jadi nabi, semoga dia tidak, ini sudah disampaikan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits Bukhari Muslim, Rasul pernah menyampaikan bahwa hari kiamat tidak akan terjadi kecuali sudah bermunculan kurang lebih 30 orang Dajjal-Dajjal kecil yang semuanya mengaku sebagai nabi.
Dalam hadits lain Riawayat Imam Ahmad dengan sanad Jayyid (bagus) disampaikan bahwa sebelum muncul Dajjal Besar akan muncul dajjal2 kecil yang jumlahnya 27 orang yang semuanya mengaku menjadi Nabi, dan 4 di antara Dajjal-dajjal kecil itu adalah perempuan.
Demikian Pak yang bisa saya tanggapi dari tayangan tersebut. Makasih.
aep sd